Pengajian Akhir Tahun dan Aksi Bersih Awal Tahun

Malam pergantian tahun atau malam tahun baru merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh kaula muda. Para muda-mudi berduyun-duyun membanjiri tempat-tempat rekreasi dan hiburan lainnya untuk menikmati malam tahun baru yang tentunya memerlukan persiapan  luar biasa terutama kesiapan dana. Berbagai kegiatan menghiasi pesta malam tahun baru seperti pesta kembang api, trompet, konvoi kendaraan, mercun, petasan, hiburan malam dan lain-lain, yang adanya tidak hanya di kota-kota, bahkan sudah merambah ke pelosok desa di tanah air ini, termasuk Kecamatan Maluk. Oleh karena itu pihak kepolisian akan ekstra siaga dalam melakukan pengamanan di malam tahun baru itu.

Pengurus LDII KSB dan tokoh Masyarakat

Kondisi yang sangat kontras berlangsung di Masjid Ulul Albab Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di mana Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Maluk memanfaatkan momen malam pergantian tahun 2014  untuk mengelar acara Pembukaan Khataman Hadist Sunan Ibnu Majah Jilid 3, sehingga warga LDII di Kabupaten Sumbawa Barat termasuk muda-mudinya terlibat langsung dalam acara tersebut. Untuk diketahui bahwa kajian Hadist Ibnu Majah Jilid 3 selanjutnya akan dilaksanakan dua kali setiap minggu yang dimulai Januari 2015, seterusnya hingga khatam. Acara yang bertajuk “Meningkatkan Pemahaman Agama dan Kerukunan Antar Umat Beragama” juga dirangkai dengan pengajian semalam suntuk dengan tujuan untuk menghimpun generasi muda agar tidak terlibat kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. LDII berupaya untuk membentengi generasi mudanya agar tidak terlibat dengan acara tahun baru yang penuh hura-hura. demikian disampaikan   Ust. H. Herwan Arsyad dalam sambutannya mewakili Ketua PC LDII Kecamatan Maluk, juga sebagai Ketua Dewan Penasehat DPDLDII KSB.

Mengumpulkan dan mengkoordinir muda-mudi di malam tahun baru, lanjut Ust. Herwan merupakan salah satu bentuk implementasi dari Sabda Rasulullah SAW bahwa “setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, orangtuanya-lah yang membuatnya menjadi Nasrani atau Majusi”. Agar generasi muda tidak terperosok pada hal-hal yang dapat merusak dirinya maka perlu adanya pembinaan yang langsung dilakukan para orangtua termasuk didalamnya tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Acara yang juga dihadiri oleh tamu undangan di tingkat RT/RW hingga kecamatan yang meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Ketua RT/RW, Kepala Dusun, Kepala Desa, Camat, Kapolsek Maluk, Ketua SENKOM MITRA POLRI KSB, Babinsa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Maluk, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Maluk, Ketua DPD LDII KSB dan jajarannya berlangsung mulai pukul 20.00 – 22.00 wita, diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ust. Nanang Qosim.

Di dalam Masjid yang dipenuhi muda-mudi dan tamu undangan itu,Pengurus PC LDII Kecamatan memperkenalkan metode pengajian warga LDII selama ini. Ust. Ahmad Mujahidun yang merupakan mubalig LDII  menyampaikan materi Hadist Sunan Ibnu Majah Jilid 3 Bab Qurban,dan semua peserta menyimaknya dengan seksama, termasuk Perwakilan dari Kantor Camat Maluk dan Ketua MUI Kecamatan Maluk yang juga memegang Hadist Sunan Ibnu Majah, yang diberikan oleh Pengurus PC LDII Kecamatan Maluk sebagai tali asih dari LDII. Pada kesempatan itu, Ust. Mujahidun demikian sapaannya, juga menyampaikan nasehat terkait keutamaan orang berilmu dan orang yang mencari ilmu yang dinukilkan dari hadist-hadist shohih, diantaranya “perbandingan orang yang berilmu dengan ahli ibadah tapi tidak berilmu ibarat sinar rembulan mengalahkan sinar semua bintang”.Sedangkan “malaikat akan membentangkan sayapnya pada orang yang mencari ilmu karena senangnya, bahkan ikan di dasar laut sekalipun ikut berdoa”.

Pengurus PC LDII Kecamatan Maluk juga menampilkan generusnya dalam Hafidzul Qur’an Murrotal yang dibawakan Sultan Millata Buana (11 tahun). Dengan fasihnya Sultan melantunkan Surat Annaba Juz Amma ayat demi ayat hingga ayat ke-40. Ini adalah salah satu output dari program PPG LDII di Kabupaten Sumbawa Barat, demikian ulasan pembawa acara, Ust. Humaidy Zaki, A.Ma. sebelum melanjutkan acaranya.

Camat Maluk yang diwakili Seksi Ketentraman dan Ketertiban dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada PC LDII Kecamatan Maluk yang sudah membantu pemerintah dalam menciptakan ketertiban masyarakat, demikian pula halnya dengan Ketua MUI Kecamatan Maluk, Ust. Muhammad Ahyar, S.Ag. Hal pertama yang disampaikan dalam sambutannya adalah pengungkapan rasa haru yang mendalam dengan menyaksikan kebiasan LDII menghimpun muda-mudinya setiap tahun terutama di saat krusial menjelang pergantian tahun. Selanjutnya beliau memberikan apresiasi kepada PC LDII Kecamatan Maluk yang telah memberikan contoh yang baik terutama buat generasi muda daripada berhura-hura, sebab generasi muda Islam merupakan harapan untuk memegang tampuk kepemimpinan di masa mendatang.  Jadi,  Pengurus LDII Kecamatan Maluk telah mengambil peran yang sangat strategis dalam pembinaan generasi muda, sekaligus membantu Pemerintah dalam mengatasi kenakalan remaja. Ust. Ahyar juga mengomentari tentang nama Masjid Ulul Albab yang merupakan tempat di mana warga LDII Kecamatan Maluk melaksanakan kegiatan keagamaan adalah sebuah nama yang sangat baik yang terdapat dalam surat Ali Imran ayat 190 yang artinya“orang yang berakal atau berilmu”. Demikian sambutan Ketua MUI Kecamatan Maluk yang pada kesempatan itu juga memperkenalkan Ust. Ahmadi Mahmudi sebagai Ketua PHBI Kecamatan Maluk yang  telah banyak berperan dalam penyelenggaraan kegiatan agama di Kecamatan Maluk. Akhirnya acara ditutup dengan doa oleh Ust. Ahmadi Mahmudi yang dilanjutkan dengan berfoto bersama tamu undangan.

Di luar Masjid panitia telah menyediakan hidangan makan malam. Para tamu undangan menikmati makan malam sambil beramah tama dengan jajaran Pengurus PC  LDII Kecamatan Maluk dan DPD LDII KSB. Sementara di dalam masjid para muda-mudi meneruskan kajian Hadist Sunan Ibnu Majah hingga pukul 22.30 wita.

Pada kesempatan lain Sekretaris DPD LDII KSB, Budi Suryanto menjelaskan bahwa pada waktu yang sama setahun yang lalu acara seperti ini dilaksanakan di Taliwang, ibukota Kabupaten Sumbawa Barat. Penyelenggaranya adalah DPD LDII KSB bekerjasama dengan SENKOM MITRA POLRI KSB, dengan mengundang Kapolres Sumbawa Barat untuk memberikan Penyuluhan tentang “Kenakalan Remaja, Penyalahgunaan Narkoba serta Pelanggaran Lalu Lintas, dan Kantibmas” yang saat itu disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Sumbawa Barat, AKP M. Jafar  mewakili Kapolres Sumbawa Barat. Karena acara tahun ini dilaksanakan di Maluk maka sebagai penyelenggara sepenuhnya diserahkan kepada PC Maluk. Namun DPD tetap mensupport dan menyeruhkan kepada semua warga LDII di Kabupaten Sumbawa Barat untuk tidak hanya sekedar berpartisipasi namun juga turut berkontribusi dalam mensukseskan acara tersebut.

Sesuai jadwal para muda-mudi diberi kesempatan untuk melaksanakan berbagai atraksi dan kebolehannya hingga pukul 00.00. Maka berbagai pertunjukan ditampilkan, diantaranya adalah pencak silat ASAD, kemudian dilanjutkan dengan acara panggang ayam sambil menunggu saat datangnya waktu mustajab untuk berdoa.

Keesokan harinya saat mentari memancarkan sinar pertamanya di tahun 2015, muda-mudi LDII sudah berada di Pantai Maluk, yang merupakan salah satu objek wisata di KSB. Pantai yang indah dengan pasir putihnya membentang di sepanjang pantai serta ombaknya yang memukau sangat disukai para peselancar. Karena itu tidak jarang wisatawan mancanegara datang ke Maluk hanya untuk surfing.

Kehadiran muda-mudi di sana merupakan wujud keprihatinannya terhadap prasarana umum utamanya pantai, apalagi sebagai tempat wisata,  yang masih dipenuhi sampah terutama sampah plastik (anorganik). Karena itu sebagai generasi muda mereka sadar dan ingin berkontribusi untuk membersihkanya. Bagaimana kita bisa dengan tenang menikmati indahnya suasana pantai kalau masih ditemukan banyak sampah, demikian perkataan salah seorang di antara mereka sambil memungut sampah yang ditemukan.

Ya, mens sana in corpore sano, selogan inilah yang menjadi dasar pemikiran pemilihan tema aksi bersih PC LDII Kecamatan Maluk tahun 2015. “Bersih Pantaiku, Bersih Jiwaku” demikian tema kegiatan bersih pantai yang didukung oleh Panitia Clean Up Day Departemen Lingkungan PT. Newmont Nusa Tenggara.

Ketua PC LDII Kecamatan Maluk, Agus Suparlan yang sekaligus sebagai koordinator acara bersih Pantai Maluk menyampaikan bahwa kegiatan aksi bersih seperti ini merupakan Agenda Tahunan LDII yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Januari, di mana tahun lalu kegiatan serupa dilaksanakan di Komplek Perkantoran Pemda KSB, KTC di Taliwang, bekerjasama dengan SENKOM MITRA POLRI KSB dan Badan Lingkungan Hidup KSB. Tujuannya adalah sebagai ajang untuk mengkoordinir muda-mudi agar bisa berkarya dan berkontribusi di lingkungannya dan terhindar dari kegiatan-kegiatan yang bersifat destruktif.

Ada dua target yang ingin dicapai dari acara bersih pantai Maluk ini lanjut Agus, pertama terciptanya pantai yang bersih, yang sebelumya ditemukan sampah berserakan. Kedua, generasi muda dapat menjalani proses pembelajaran dalam rangka pembentukan karakter yang memiliki kepedulian dan kecintaan  terhadap lingkungan hidup.

Acara bersih pantai selama dua jam itu diikuti oleh muda-mudi LDII dan masyarakat sekitar. Tidak kurang dari 200 orang terlibat di dalamnya. Kegiatan dimulai dari halaman Masjid Ulul Albab kemudian warga berjalan beriringan menuju pantai sambil memungut sampah anorganik yang ditemukan di jalan sepanjang 0,5 km lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan trustbag yang telah disiapkan. Ketika tiba di halaman terbuka di Pantai Maluk warga langsung menyerbu sampah yang berserakan memenuhi area tersebut, kemudian berjalan menyusuri tepi pantai sepanjang 1 km.Jenis sampah yang paling banyak ditemukan berupa sampah kemasan makanan, minuman dan rokok dan berhasil dipungut sebanyak 3 m³. Sampah sebanyak itu kemudian diangkut  menggunakan mobil pick up menuju TPA Polamata.

Ternyata aktivitas muda-mudi tidak berhenti saat di pantai, sebab masih  dilanjutkan dengan kegiatan olahraga sepak bola di Lapangan Sepak Bola Maluk dan tenis meja di halaman Masjid Ulul Albab. Padatnya kegiatan muda mudi tidak membuat mereka merasa capai, bahkan mereka sangat senang dan berharap tahun depan bisa bersama-sama lagi melaksanakan acara serupa, semoga.

Tinggalkan Balasan

Close