TADABBUR ALQUR’AN

(Surah Al-Kahfi, Ayat 82)

Oleh : Ahmad Mujahidun ( Bagian Pendidikan Dan Dakwah DPD LDII KSB )

بسم الله الرحمن الرحيم
Allah ‘azza wajalla berfirman:

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا
Artinya: “Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta simpanan bagi mereka berdua, sedangkan ayah mereka adalah seorang yang shalih. Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan tidaklah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.”

Ayat ini merupakan bagian dari cerita panjang pertemuan Nabi Musa dan Khidhr ‘alaihimas salam. Khidhr melakukan tiga hal yang tidak bisa dipahami oleh Musa. Beliau merusak perahu milik nelayan, membunuh seorang anak kecil dan memperbaiki dinding rumah di sebuah kota, di mana penduduknya tidak mau menjamu mereka berdua, dan beliau pun tidak meminta upah atas pekerjaannya memperbaiki dinding rumah tersebut.

Ayat ini berisi penjelasan Khidhr kepada Musa, mengapa beliau memperbaiki dinding rumah tersebut. Dinding rumah ini ternyata adalah milik dua anak yatim, yang di bawahnya terdapat ‘kanzun’ (harta simpanan) milik mereka. Mayoritas para ahli tafsir menerangkanbahwa yang dimaksud ‘kanzun’ adalah لوح من الذهب (papan dari emas ) , sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir.
Papan dari emas itu bertuliskan pesan orang tua yang sholeh kepada anaknya yang isinya :
عَجِبْتُ لِمَنْ يُؤْمِنُ بالقدر كيف يحز

  1. Saya heran terhadap orang yang beriman pada takdir mengapa ia bersedih .
    • seharusnya dengan iman terhadap takdir,ketikakita mendapat mushibah/cobaan yang tidak menyenangkankita akan sabar dan tidak bersedih hati.
    وعجبت لمن يؤمن بِالْمَوْتِ كَيْفَ يَفْرَح
  2. Saya juga heran terhadap orang yang yakin bahwa mati datangnya sewaktu2 mengapa ia masih bersenang2 di dalam pelanggarannya.
    • Seharusnya dengan kita mengingat mati itu bisa mendekatkan kita pada allah dan takut berbuat ma’siat.
    وَعَجِبْتُ لِمَنْ يَعْرِفَ الدُّنْيَا وَتَقَلُّبَهَا بِأَهْلِهَا كَيْفَ يَطْمَئِنُّ إِلَيْهَا،
  3. saya merasa heran terhadap orang yang mengetahui bahwa dunia itu kesenangan yang menipu,kesenangan yang sedikit dan penduduk dunia keadaannya berubah ubah (seperti roda berputar,kadang di atas kadang dibawah) kok masih merasa tenang dengan dunianya.
    • seharusnya tidak merasa tenang ketika hartanya belum di infaqi,belum di zakati,belum ditunaikan kewajiban2 terhadap hartanya.
    عجبت للمؤمن بالرزق كيف يتعب
  4. Saya heran terhadap orang yang yakin bahwa rizki sudah ditentukan (pembagiannya) mengapa dia bersusah payah mengejar rizqinya sampai meninggalkan ibadahnya.
    وعجبت للمؤمن بالحساب كيف يغفل
  5. Saya heran terhadap orang yang yakin bahwa amalannya nanti akan di hisab mengapa dia lalai dalam ber ‘amal.
    • seharusnya kita banyak beramal untuk bekal menuju akhirat.
    Sungguh indah ilmu dan pengetahuan Allah yang tercantum dalam agama islam ini.
    Dengan meyakini bahwa Takdir ,Ajal ,Rizqi sudah ditentukan oleh Allah ,dan juga meyakini dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu ,meyakini amalan pasti di hisab ,hal ini menjadi salah satu bentuk Peringatan dan Pedoman hidup bagi setiap hamba. Dan semoga tulisan ini bisa menjadi Amal jariah berupa ilmu bagi diri saya pribadi dan kita semua yang membaca dan menyadarinya.
    Semoga Allah memberikan kemanfaatan dan kebarokahan.Amiin.

This Post Has One Comment

  1. Nasehat luar biasa, sungguh rugi bila kita tahu bahwa dunia hanya tipuan tapi kita selalu mengejarnya sampai lupa bekal untuk akhiratnya…

Tinggalkan Balasan

Close